Ribuan Peziarah Padati Makam Sunan Gunung Giri Selama Bulan Ramadhan

Berita Utama162 Dilihat
banner 468x60

GRESIK || Gempar News —

Ribuan Peziarah Padati Makam Sunan Gunung Giri Selama Bulan Ramadhan

banner 336x280

Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan, kawasan makam Sunan Gunung Giri di Kabupaten Gresik dipadati ribuan peziarah dari berbagai daerah. Tradisi ziarah ke salah satu tokoh Wali Songo ini menjadi fenomena tahunan yang selalu meningkat intensitasnya saat Ramadhan.

Sejak pagi hingga menjelang waktu berbuka puasa, arus peziarah terus berdatangan. Mereka datang secara rombongan menggunakan bus pariwisata, kendaraan pribadi, hingga sepeda motor. Tak hanya dari wilayah Jawa Timur, sejumlah peziarah mengaku datang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan luar Pulau Jawa.

Makam yang berada di kawasan perbukitan Desa Giri ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi paling ramai di Jawa Timur. Pada bulan Ramadhan, suasana religius terasa semakin kuat. Lantunan doa, bacaan tahlil, serta ayat suci Al-Qur’an menggema silih berganti dari para peziarah yang memadati area kompleks makam.

Salah satu peziarah asal Lamongan, Siti Aminah (45), mengaku rutin berziarah setiap Ramadhan. “Kami sekeluarga selalu menyempatkan diri datang ke sini untuk mendoakan para wali dan memohon keberkahan di bulan suci. Rasanya berbeda, lebih tenang,” ujarnya.

Selain menjadi momentum spiritual, fenomena ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pedagang makanan, penjual cinderamata, hingga jasa parkir mengalami peningkatan pendapatan signifikan. Di sepanjang jalan menuju makam, deretan kios menjajakan peci, tasbih, kitab kecil, hingga oleh-oleh khas Gresik.

Pengelola kawasan makam pun meningkatkan pengaturan arus masuk dan keluar peziarah guna menghindari penumpukan, terutama saat akhir pekan dan menjelang malam Lailatul Qadar. Petugas juga mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban, kebersihan, serta menghormati nilai-nilai kesakralan tempat tersebut.

Sunan Gunung Giri sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa pada abad ke-15. Selain sebagai ulama, ia juga berperan dalam bidang pendidikan dan pemerintahan pada masanya. Jejak sejarah dan ketokohannya menjadikan makamnya sebagai magnet spiritual yang tak pernah sepi peziarah, terlebih saat bulan penuh berkah seperti Ramadhan.

Fenomena membludaknya peziarah ini menjadi gambaran kuatnya tradisi religi masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dalam menjaga warisan spiritual para pendahulu. Di tengah perkembangan zaman, ziarah makam wali tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari ekspresi keimanan dan budaya masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *