Semeru Mengamuk! Erupsi Beruntun Guncang Jawa Timur

Berita Utama200 Dilihat
banner 468x60

Lumajang — 19 November 2025.
Gunung Semeru kembali memuntahkan amarahnya. Letusan yang terjadi hari ini menimbulkan kepanikan warga, hujan abu tebal, dan potensi ancaman awan panas yang bisa menghantam kapan saja. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status aktivitas gunung berapi setinggi 3.676 mdpl itu ke level tertinggi, menyusul serangkaian ledakan vulkanik yang berlangsung sejak pagi hingga malam.

Aktivitas erupsi Semeru hari ini tidak berlangsung sekali. Pos pengamatan mencatat letusan beruntun dengan kolom abu pekat menjulang hingga ribuan meter ke langit. Suara dentuman keras terdengar dari radius belasan kilometer, disertai getaran yang dirasakan warga di beberapa desa.

banner 336x280

Awan panas guguran bergerak cepat ke arah Besuk Kobokan, jalur yang sudah berkali-kali menjadi lintasan material mematikan Semeru setiap kali gunung ini mengalami erupsi besar.

“Suara dari atas keras sekali, seperti ledakan besar. Kami langsung keluar rumah dan melihat langit gelap,” ujar Sujatmoko, warga Supiturang yang rumahnya tertutup abu dalam waktu kurang dari satu jam.

Desa-desa di sekitar Kecamatan Candipuro, Pronojiwo, hingga sebagian Malang Selatan berubah menjadi bayang-bayang putih kelabu. Hujan abu jatuh terus-menerus, memaksa warga menghentikan kegiatan ekonomi dan menutup sekolah serta pasar.

Sebagian warga memilih mengungsi mandiri ke balai desa atau rumah kerabat yang lebih aman.

“Kami trauma erupsi 2021. Kalau sudah dengar suara seperti itu, kami langsung siap-siap pergi,” ungkap Sukinem, seorang ibu yang membawa dua anak kecilnya ke posko desa.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan langsung diterjunkan ke zona rawan untuk mengevakuasi warga yang masih tinggal di radius bahaya. Pemerintah menegaskan bahwa area dalam jarak 3 hingga 5 kilometer dari puncak adalah zona yang tidak boleh dihuni ataupun dijadikan tempat aktivitas apa pun.

Posko kesehatan dibuka di beberapa titik karena banyak warga mengalami batuk, iritasi mata, dan sesak napas akibat paparan abu. Kepala BPBD Lumajang menyatakan,

“Kondisi Semeru masih sangat berpotensi meningkat. Warga harus disiplin menjauhi area berbahaya dan mengikuti arahan aparat.”

Selain awan panas, bahaya lain yang sangat dikhawatirkan adalah banjir lahar dingin. Material vulkanik yang menumpuk di bagian atas gunung bisa tersapu curah hujan tinggi dan mengalir deras melalui sungai-sungai yang berhulu di Semeru.

Suara gemuruh dari arah Besuk Kobokan membuat relawan terus bersiaga.
“Kalau hujan turun, lahar bisa datang kapan saja. Ini yang paling kami waspadai,” kata Rohmad, relawan yang bertugas memantau jalur sungai.

Gunung Semeru dikenal sebagai gunung berapi dengan aktivitas nyaris harian. Letusan besar pada 2020 dan 2021 menjadi pengingat pahit bagaimana ribuan warga kehilangan rumah, aset, bahkan anggota keluarga.

Meski demikian, tanah subur di lereng Semeru terus menjadi alasan warga bertahan. Ribuan hektare ladang sayur, buah, dan tanaman keras berada di zona yang rentan terkena hujan abu dan aliran awan panas.

Hari ini, sebagian besar tanaman terancam rusak. Jika abu terus turun selama dua hingga tiga hari ke depan, kerugian petani diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Letusan Semeru hari ini menjadi salah satu aktivitas paling signifikan di penghujung tahun 2025. Meski belum ada laporan korban jiwa, ancaman terhadap keselamatan warga dan perekonomian lokal sangat terasa.

Situasi masih dinamis. Gunung masih terus menghembuskan abu. Lampu waspada tetap menyala. Dan warga di kaki gunung hanya bisa berharap badai abu dan awan panas ini segera mereda.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *