Kepala Desa Suwarjono: Teladan Pembangunan Partisipatif di Desa Kartoharjo Ngawi

Berita Utama82 Dilihat
banner 468x60

Ngawi || Gemparnews , 08 September 2025 –

Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, kini menjadi salah satu desa yang dikenal aktif membangun dan bertransformasi menuju desa yang lebih maju. Di balik geliat pembangunan itu, sosok Kepala Desa Suwarjono tampil sebagai motor penggerak dengan semangat kebersamaan.

banner 336x280

Setiap tahun, pembangunan di desa ini terus menunjukkan progres yang nyata. Mulai dari infrastruktur jalan desa, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, semuanya berjalan secara bertahap dengan melibatkan partisipasi penuh masyarakat. Bagi Suwarjono, pembangunan desa bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mentalitas, kebersamaan, dan gotong royong.

“Desa ini tidak akan maju jika hanya kepala desa yang bergerak sendiri. Semua elemen harus dilibatkan: tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga Karang Taruna. Inilah kunci keberhasilan Desa Kartoharjo,” ujar Suwarjono dalam salah satu kesempatan rapat desa.

Keberhasilan pembangunan Kartoharjo tidak lepas dari keterlibatan para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mereka menjadi mitra pemerintah desa dalam memberi masukan, menyampaikan aspirasi, serta menjadi penyejuk di tengah perbedaan pendapat warga. Dengan adanya tokoh agama, setiap pembangunan juga didasari nilai moral dan spiritual sehingga lebih mudah diterima masyarakat.

Tokoh masyarakat pun tak sekadar memberi masukan, melainkan ikut mengawasi agar pembangunan berjalan transparan. Hal ini membuat masyarakat merasa dilibatkan, bukan sekadar menjadi penonton.

Salah satu keistimewaan Desa Kartoharjo adalah keterlibatan Karang Taruna dalam hampir setiap agenda pembangunan. Pemuda desa tidak hanya menjadi tenaga gotong royong, tetapi juga diberi ruang untuk berkreasi dalam bidang sosial, olahraga, hingga ekonomi kreatif.

Misalnya, dalam pembangunan jalan lingkungan, Karang Taruna turut terjun membantu pengerjaan sekaligus mengatur jadwal kerja bakti. Di sisi lain, mereka juga mengembangkan kegiatan ekonomi kecil-kecilan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami para pemuda merasa dihargai ketika dilibatkan. Ini membuat kami punya rasa memiliki terhadap desa,” ujar salah satu pengurus Karang Taruna Kartoharjo.

Di bawah kepemimpinan Suwarjono, pembangunan tidak berhenti pada satu periode. Setiap tahun selalu ada program prioritas baru yang disusun melalui musyawarah desa. Pola ini membuat arah pembangunan lebih jelas dan sesuai kebutuhan warga.

Mulai dari peningkatan jalan usaha tani, perbaikan saluran irigasi, pemberdayaan kelompok tani, hingga pembangunan sarana prasarana pendidikan, semuanya dilaksanakan dengan prinsip keberlanjutan. Transparansi anggaran pun dijaga dengan mengumumkan penggunaan dana desa secara terbuka di balai desa.

Dengan pola kepemimpinan partisipatif yang dijalankan Suwarjono, Desa Kartoharjo kini menjadi contoh desa yang harmonis dan kompak. Kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Karang Taruna bukan hanya memperkuat legitimasi pemerintah desa, tetapi juga memperkokoh budaya gotong royong yang menjadi warisan leluhur.

Masyarakat berharap, semangat pembangunan berbasis partisipasi ini terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga Desa Kartoharjo tidak hanya maju dalam pembangunan fisik, tetapi juga semakin kokoh dalam membangun kebersamaan dan kesejahteraan warganya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *