Mojokerto, Jawa Timur || Gemparnews —
Suasana riang gembira membalut Dusun Guyangan, Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pada Minggu pagi (10/08/2025). Dentuman musik horeg yang lantang mengiringi arak-arakan membuat warga tumpah ruah ke jalan, ikut larut dalam perayaan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80.

Ketua DPP LSM GEMPAR yang hadir langsung di lokasi tampak berbaur dengan masyarakat, menandai eratnya hubungan antara organisasi tersebut dan warga desa. “Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga momentum untuk menguatkan rasa persatuan dan semangat gotong royong,” ujarnya saat ditemui di tengah keramaian.
Musik horeg berkumandang lantang, jogetan jadi pusat perhatian
Alunan musik horeg—yang dikenal dengan tempo cepat dan bass menggelegar—menjadi magnet tersendiri bagi penonton. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut menggerakkan badan, mengekspresikan kebahagiaan di tengah suasana kemerdekaan. Bahkan beberapa penonton yang awalnya hanya berdiri di pinggir jalan akhirnya ikut bergabung dalam barisan joget, menambah panjang iring-iringan.
Gotong royong mempersiapkan acara
Persiapan perayaan ini telah dilakukan sejak beberapa minggu sebelumnya. Warga bahu-membahu membuat kostum, menata panggung, hingga menyiapkan hidangan untuk peserta dan tamu. Semangat gotong royong ini menjadi cerminan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa.
Selain arak-arakan dan joget, rangkaian kegiatan lain seperti lomba tradisional, pawai bendera, dan pembagian hadiah untuk anak-anak juga mewarnai perayaan di Dusun Guyangan. Warna merah putih berkibar di sepanjang jalan, menjadi simbol kebanggaan akan kemerdekaan yang telah diraih pada 17 Agustus 1945.
Menjaga tradisi, merawat persatuan
Perayaan semacam ini sudah menjadi tradisi tahunan di Desa Madureso. Namun tahun ini terasa lebih istimewa karena melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk dukungan penuh dari LSM GEMPAR. Kehadiran organisasi ini dinilai warga sebagai bukti nyata komitmen mereka dalam mendorong kegiatan sosial dan kebudayaan di tingkat desa.
Dengan senyum lebar dan langkah penuh semangat, warga Dusun Guyangan mengirim pesan sederhana namun bermakna: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dirayakan bersama, dengan suka cita, persatuan, dan rasa syukur.















