Desa Dungkul Terus Bergerak: Program Rumah Tidak Layak Huni Jadi Bukti Komitmen Kepala Desa Achmad Widayanto

Berita Utama1 Dilihat
banner 468x60

Ngawi || Gemparnews.id –

Harapan masyarakat berpenghasilan rendah di Desa Dungkul, Kecamatan Jogorogo, kini mulai menemukan titik terang. Kepala Desa Dungkul, Achmad Widayanto, berjanji setiap tahun akan mengalokasikan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak dua unit. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warganya.

banner 336x280

Janji tersebut bukan sekadar wacana. Tahun ini, salah satu warga bernama Sudarmon, yang tinggal di RT 03 RW 04 Dusun Dungkul, menjadi penerima manfaat dari program tersebut. Rumah sederhana miliknya yang sebelumnya rapuh dan jauh dari kata layak, kini berubah menjadi hunian yang kokoh, nyaman, dan memenuhi standar kesehatan.

Sudarmon tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya. Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah desa.

“Saya sangat gembira sekali. Rumah saya yang dulu bocor kalau hujan, dindingnya hampir roboh, kini sudah berubah jadi tempat tinggal yang aman untuk keluarga. Terima kasih banyak kepada Bapak Kepala Desa Achmad Widayanto yang peduli dengan warga kecil seperti saya,” ujarnya penuh haru.

Kepala Desa Achmad Widayanto menegaskan bahwa program RTLH akan terus menjadi agenda prioritas desa. Ia menargetkan minimal dua unit rumah akan dibangun atau direhabilitasi setiap tahun. Meski jumlahnya terlihat kecil, namun program tersebut dianggap lebih realistis karena menyesuaikan dengan kemampuan keuangan desa dan skema bantuan yang ada.

“Desa kita memang memiliki keterbatasan anggaran, tapi bukan berarti warga miskin kita tidak bisa terbantu. Setiap tahun kami pastikan ada pembangunan rumah tidak layak huni, minimal dua unit, supaya perlahan tapi pasti semua warga yang membutuhkan bisa menikmati rumah yang layak huni,” tegas Achmad Widayanto.

Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga memberikan harapan dan martabat bagi warga. “Rumah adalah kebutuhan dasar manusia. Kalau rumahnya layak, maka kehidupan keluarga juga lebih sehat dan harmonis,” tambahnya.

Program pembangunan RTLH ini diharapkan memberi dampak besar bagi warga. Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, juga memperbaiki kesehatan keluarga karena rumah yang sehat akan meminimalisir risiko penyakit. Di sisi lain, semangat gotong royong antarwarga juga muncul ketika pembangunan rumah berlangsung.

Beberapa tetangga Sudarmon bahkan ikut membantu proses pembangunan, mulai dari kerja bakti, menjaga keamanan material, hingga menyumbang tenaga. Hal ini menjadi bukti bahwa program RTLH bukan hanya milik pemerintah desa, melainkan juga melibatkan partisipasi masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan, Achmad Widayanto menegaskan bahwa program ini dilaksanakan dengan asas transparansi. Seluruh proses, mulai dari pendataan warga penerima, mekanisme pembangunan, hingga penggunaan anggaran diumumkan secara terbuka di balai desa.

“Transparansi adalah kunci. Kami tidak ingin ada kecurigaan atau anggapan pilih kasih. Semua warga yang benar-benar layak akan kami data dan secara bertahap akan mendapat giliran,” jelasnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan angka rumah tidak layak huni di Desa Dungkul akan terus berkurang setiap tahun. Achmad Widayanto pun mengajak semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten, swasta, dan masyarakat, untuk bersinergi dalam memperluas cakupan bantuan.

Sudarmon sendiri kini bisa bernapas lega. Di usianya yang sudah senja, ia merasa lebih tenang karena memiliki rumah layak yang bisa menjadi tempat tinggal nyaman bagi anak cucunya. “Sekarang saya bisa tidur nyenyak. Semoga program seperti ini bisa terus berlanjut dan dirasakan warga lain,” ucapnya penuh harapan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *